Mereka yang di Atas Persoalan

Free download. Book file PDF easily for everyone and every device. You can download and read online Mereka yang di Atas Persoalan file PDF Book only if you are registered here. And also you can download or read online all Book PDF file that related with Mereka yang di Atas Persoalan book. Happy reading Mereka yang di Atas Persoalan Bookeveryone. Download file Free Book PDF Mereka yang di Atas Persoalan at Complete PDF Library. This Book have some digital formats such us :paperbook, ebook, kindle, epub, fb2 and another formats. Here is The CompletePDF Book Library. It's free to register here to get Book file PDF Mereka yang di Atas Persoalan Pocket Guide.

Azis Anwar Fachrudin — 2 Juli Dalam hal ini, hak kewargaan masyarakat kepercayaan dan agama leluhur yang diperjuangkan oleh saudara-saudara semua merupakan sebuah realisasi dari cita-cita Pancasila dan pendiri Indonesia….

Berdasarkan lokasi

Konferensi ini bertujuan antara lain mendiskusikan kondisi mutakhir terkait hak-hak kewargaan para penghayat kepercayaan atau pemeluk agama leluhur pasca-Putusan Mahkamah Konstitusi MK pada akhir tentang inkonstitusonalitas pengosongan kolom agama bagi penghayat kepercayaan di kartu identitas. Selain Hefner, para pembicara lain mengurai lebih rinci Putusan MK tersebut dan penerjemahannya dalam kebijakan yang masih menyisakan sejumlah masalah. Klientelisme atau kolaborasi? Dalam pidatonya, Hefner menekankan bahwa keputusan MK itu merupakan capaian yang kudu diapresiasi dalam segi pengakuan kewarganegaraan yang inklusif—sebagaimana yang menjadi subtema konferensi ini.

Seperti diungkapkannya di atas, Hefner berpandangan bahwa etika kewarganegaraan yang inklusif, setara, dan tak terdiferensiasi itulah yang justru selaras dengan Pancasila dan cita-cita pendiri bangsa.


  • Library Records: A Retention and Confidentiality Guide (Libraries Unlimited Library Management Collection)!
  • MANDOLINA GUÍA PARA JUGADORES DIESTROS (Spanish Edition).
  • Berdasarkan lokasi?
  • Meat!
  • La terra dei padri (Agricoltura Vol. 1) (Italian Edition).
  • American History, 1885-1897. National Problems!
  • Nordisk Patristisk Bibliografi: Bind I: Systematisk afdeling (Danish Edition);

Hefner juga menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari satu dekade lebih perjuangan komunitas penghayat dan agama leluhur dengan pendampingan advokasi dari lembaga-lembaga yang banyak perwakilannya hadir dalam konferensi ini. Ia menyatakan ketidaksetujuannya pada sebagian Indonesianis yang cenderung menyederhanakan masalah politik Indonesia sebagai problem ekonomi politik masalah kelas atau klientelisme demokrasi Indonesia sebagai demokrasi patronase , pandangan yang menyatakan bahwa realisasi hak warga terbatas karena tergantung bukan pada perjuangan idealis berbasis etika kewargaan, melainkan pada ikatan informal klien dengan patron politiknya.

Tanpa menolak adanya klientelisme dalam perpolitikan Indonesia, Hefner menilai pandangan yang berasumsi bahwa klientelisme jamak terjadi di negara-negara dalam proses demokratisasi dan karena itu nilai-nilai etika kewargaan sering menjadi pepesan kosong belaka sebagai pandangan yang reduktif. Pandangan ini, baginya, mengabaikan fakta kolaborasi perjuangan lintas latar belakang antara masyarakat penghayat dan komunitas-komunitas pendamping. Sesi selanjutnya dalam panel-panel konferensi ini membahas lebih dalam implikasi dari Putusan MK itu.

Daftar isi

Bila pidato Hefner bernada apresiatif dan optimis, sesi-sesi konferensi mendiskusikan persoalan-persoalan penghayat kepercayaan pasca-Putusan MK yang masih harus menjadi pekerjaan rumah. Penelisikan lebih detail dari Putusan MK berikut penerapannya dalam kebijakan menunjukkan masalah-masalah masih ada bukan hanya di ranah implementasi, melainkan juga dalam isi keputusan itu sendiri dan norma yang mendasarinya.

Respon Negara Atas Persoalan Papua

Ambiguitas Putusan MK. Ambiguitas yang dimaksud Butt ialah bahwa MK menyatakan pandangan bahwa kepercayaan berbeda tetapi setara dengan agama. Ambiguitas ini lahir dari dua pasal dalam UUD, yakni pasal 28E ayat 1 yang berbicara tentang agama, dan ayat 2 tentang kepercayaan dan pasal 29 ayat 2, yang mengatur agama dan kepercayaan di ayat yang sama. Yang pertama lahir di era Reformasi, sementara yang kedua tak berubah sejak waktu pertama disahkan pada Dalam penafsiran MK terhadap pasal 29 2 , agama dan kepercayaan tidak dipahami sebagai dua hal yang terpisah, bahkan kepercayaan adalah bagian dari agama, dan jaminan kemerdekaan untuk keduanya adalah setara.

Islam, Radikalisme, dan Terorisme

Namun penafsiran MK terhadap pasal 28E—yang meletakkan pengaturan agama dan kepercayaan dalam dua ayat yang berbeda—ialah bahwa keduanya berbeda, dan dengan demikian kepercayaan bukan agama. Dalam penafsiran seperti ini, muncul ketidakjelasan definisi agama dan kepercayaan: apakah kepercayaan sejatinya bagian atau terlepas sama sekali dari agama?

SKB 11 Instansi, Darurat Radikalisme ASN?

Perlu dicatat bahwa Taring Padi dengan tegas memilah karya seni, yang mereka buat sebagai individu, dan karya seni yang dibuat untuk maksud-maksud kolektif. Dualitas tampak dalam sikap itu, para warga, orang-perorangan, dibebaskan dengan pilihan-pilihan artistik individual mereka.

Your browser is blocked.Please change browser!!!

Karya-karya kolektif TP diperlakukan dengan persyaratan ketat mengenai bagaimana karya-karya yang berbeda-beda boleh dipakai, disebarluaskan atau dijual untuk mengumpulkan dana kolektif. Karya-karya asli TP, seperti baliho dan wayang, sama sekali tak boleh dijual. Karya-karya tersebut diberlakukan sebagai alat kampanye dan pendidikan publik yang dapat dipakai oleh gerakan-gerakan sosial yang membutuhkannya. Karya-karya yang mudah direproduksi dijual Taring Padi.

senjouin-renkai.com/wp-content/loud/handy-code-knacken-samsung-s6.php Ini meliputi karya-karya cukil berbentuk poster dan baliho, stiker, pin, kaos oblong-semuanya dipandang sebagai semacam merchandise dalam rangka pengumpulan dana. Boom pasaran seni rupa itu mengguncang art scene Yogyakarta. Para seniman di kota itu mengubah haluan artistik mereka, memperbesar skala karya dan beralih ke karya-karya dua matra di atas kanvas, supaya lebih mudah dijual.

Sikap ini seakan-akan bertolak belakang dengan intuisi yang lazim. Namun, inilah sebuah sikap yang tegas, mantab dan mampu bertahan, keberlangsungan praktik seni kerakyatan yang tak kikis masa, yang telah dijalani oleh Taring Padi. Lembaga budaya taring padi berupaya mengembangkan seni dan budaya dengan menggali keinginan dan kebutuhan rakyat dengan mengutamakan; keterbukaan, kesejahteran sosial, kedaulatan rakyat, keadilan antar generasi, demokrasi, penghargaan atas hak asasi manusia tanpa mengesampingkan kewajiban, perspektif gender, reformasi hubungan global serta pengelolaan lingkungan hidup yang baik.

Pertama, sebagai wadah bersama bagi pekerja seni dalam mendorong semua pihak untuk mengembangkan seni dan budaya lokal dengan orientasi kerakyatan yang digali dari kebutuhan rakyat serta pertumbuhan pribadi sosial demokratis kerakyatan.

Kedua, sebagai wadah bersama bagi pekerja seni untuk memainkan peran yang optimal dalam mendorong perubahan dengan, antara lain :. Ketiga, sebagai wadah bersama bagi para pekerja seni dalam komunikasi, tukar menukar pengalaman dan informasi serta memperkuat jaringan kerja sama sesama lembaga yang sesuai dengan visi, misi dan tujuan lembaga budaya kerakyatan taring padi.

Pos ini tersedia di bahasa: English.

admin